Assalamu'alaikum, Kaum Muslimin-muslimat dimanapun anda berada, Selamat datang di blog pondok pesantren Nurul Fattah ini, blog ini berisi tentang seputar pondok pesantren Nurul Fattah Desa Bukit Beringin, Kecamatan Bangko Barat, Kabuipaten Merangin, Jambi. mohon jangan lupa tinggalkan komentar

Rabu, 18 September 2013

Belajar Nahwu dan shorof

Assalamu'alaikum, Barakallahu 'alaikum yaa akhii wa Ukhti.....

Alhamdulillah dengan adanya blog ponpes Nurul Fattah ini semoga membawa manfaat dan berkah bagi kita semua, amin...
Sedikit admin ingin mengulas tentang ilmu nahwu dan shorof, karena juga kebetulan admin juga sedang dalam proses mempelajari kaidah-kaidah ilmu nahwu dan shorof ini dengan Al-Ustadz Kyai Ali Masyhar, monggo kita sama-sama belajar..... Bismillah,,


NAHWU adalah kaidah-kaidah  Bahasa Arab untuk mengetahui bentuk kata dan keadaan-keadaannya ketika masih satu kata (Mufrod) atau ketika sudah tersusun (Murokkab). Termasuk didalamnya adalah pembahasan SHOROF. Karena Ilmu Shorof bagian dari Ilmu Nahwu, yang ditekankan kepada pembahasan bentuk kata dan keadaannya ketika mufrodnya.
Jadi secara garis besar, pembahasan Nahwu mencakup pembahasan tentang bentuk kata dan keadannya ketika belum tersusun (mufrod) , semisal bentuk Isim Fa’il mengikuti wazan فاعل, Isim Tafdhil mengikuti wazan أفعل, berikut keadaan-keadaannya semisal cara mentatsniyahkan, menjamakkan, mentashghirkan dll. Juga pembahasan keadaan kata ketika sudah tersusun (murokkab) semisal rofa’nya kalimah isim ketika menjadi fa’il, atau memu’annatskan kalimah fi’il jika sebelumnya menunjukkan Mu’annats dll.
Satu kata dalam Bahasa Arab disebut Kalimah (الكَلِمَة) yaitu satu lafadz yang menunjukkan satu arti.
Kalimat atau susunan kata dalam Bahasa Arab disebut Murokkab (المُرَكَّب). Jika kalimat / susunan kata tersebut telah sempurna, atau dalam kaidah nahwunya telah memberi pengertian dengan suatu hukum ” Faidah baiknya diam” maka kalimat sempurna itu disebut Kalam (الكَلاَم) atau disebut Jumlah (الجُمْلَة).
Kalimah-kalimah dalam Bahasa Arab, diringkas menjadi tiga macam:
1. Kalimah Fiil (الفِعْلُ) = Kata kerja
2. Kalimah Isim (الإِسْمُ) = Kata Benda
3. Kalimah Harf (الحَرْفُ) = Kata Tugas.
Khusus untuk Kalimah Fi’il, bisa dimasuki: قد, س, سوف, Amil Nashob ان dan saudara-saudaranya, Amil Jazm, Ta’ Fa’il, Ta’ Ta’nits Sakinah, Nun Taukid, Ya’ Mukhotobah.
Khusus untuk Kalimah Isim, bisa dimasuki: Huruf Jar, AL, Tanwin, Nida’, Mudhof, Musnad.
Khusus untuk Kalimah Harf, terlepas dari suatu yang dikhusukan kepada Kalimah Fiil dan Kalimah Isim.
Menurut wazannya, asal Kalimah terdiri dari tiga huruf, 1. Fa’ fi’il, 2. ‘Ain Fi’il, 3. Lam Fi’il (َفَعَل). Apabila ada tambahan asal, maka ditambah 4. Lam fi’il kedua (َفَعْلَل). Apabila ada tambahan huruf bukan asal. maka ditambah pula pada wazannya dengan huruf tambahan yang sama, semisal  ٌمُسْلِم ada tambahan huruf Mim didepannya, maka ikut wazan مُفْعِلٌ.


Itu adalah sebagai awal pembuka belajar kita, maka seharusnya kita terus belajar tanpa putus asa. ingat... Man Jadda wa Jadda (Siapa yang bersungguh-sungguh pasti akan dapat, dan jangan lupa, kunjungi blog asli dari ilmu nahwu shorof ini di: http://nahwusharaf.wordpress.com

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Bagaimanakah blog ini menurut anda ...?